Sultan Usmani memegang dua kekuasaan

Kondisi Sosio-Pendidikan Islam

Institusi pendidikan pada masa Turki Usmani mula-mula didirikan oleh Sultan Orkhan (1326-1359). Sistem pengajaran yang dikembangkan adalah menghapal matan-matan meskipun murid tidak mengerti maksudnya, seperti menghapal matan al-Jurumiah, matan alfiyah dan lain-lain. Sedangkan ilmu pengetahuan keislaman seperti fiqh, tafsir, ilmu kalam dan lain-lain yang tidak mengalami perkembangan.
Sementara itu semakin lama, timbullah pembaharuan pendidikan Islam disebabkan kekalahan-kekalahan kerajaan Usmani dalam peperangan dengan Eropa. Langkah pertama yang diambil adalah melakukan pengiriman duta-duta ke Eropa untuk mengamati keunggulan Barat. Selanjutnya hasil dari pengamatan tersebut disampaikan kepada Sultan. Salah satu implikasi dari adanya penelitian tersebut muncul ide dari Sultan untuk mendirikan sekolah Teknik Militer yang mengajarkan taktik, strategi, serta teknik militer.
Selain militer, Turki mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara mendirikan percetakan Istambul pada tahun 1727 M. Sebagai cara mempermudah akses buku-buku pengetahuan, mencetak buku-buku tentang ilmu kedokteran, ilmu kalam, ilmu pasti, astronomi, sejarah, fiqih, hadits dan tafsir. Selain itu, pada tahun 1717 M, telah didirikannya lembaga penerjemah buku-buku dalam berbagai ilmu pengetahuan kedalam bahasa Turki.

4. Kondisi Sosio-Keagamaan

Beberapa Sultan Usmani memegang dua kekuasaan, yaitu Pertama, kekuasaan yang mengurusi masalah-masalah keduniaan atau pemeritahan yang disimbolkan dengan gelar sultan dan Kedua, kekuasaan yang mengurusi masalah keagamaan yang disimbolkan dengan gelar khalifah. Oleh karena itu, dalam bidang keagamaan penguasa sangat terikat dengan syariat Islam. Ulama memiliki otoritas tinggi dalam negara dan masyarakat.
Selain itu, paham Sufisme digandrungi oleh umat Islam dan berkembang pesat. Madrasah-madrasah yang ada diwarnai oleh nuansa sufistik dengan dijadikannya sebagai zawiyah-zawiyah untuk mengadakan riyadhah, merintis jalan untuk menuju Tuhan dibawah bimbingan Mursyid.

B. Bentuk-Bentuk Peradaban Dinasti Turki Usmani

1. Bidang Seni Arsitektur dan Ilmu Pengetahuan
Di bidang seni arsitektur, pada masa ini dikenal arsitektur yang masyhur yaitu Mu’amar Sinan, seorang ahli tata kota dan interior. Sinan bahkan telah mendesain 21 unit bangunan di 8 kota. Satu diantara hasil karyanya yang megah adalah Al-‘Imarat Al-Madaniyati . Wacana tersebut membuktikan bahwa bertapa besarnya perhatian penguasa terhadap kemampuan arsitektur Islam masa itu. Hampir semua penguasa Dinasti Usmaniah memiliki intensitas yang cukup tinggi dalam pengembangan seni arsitektur Islam, terutama dalam bentuk pembangunan masjid.
Pada masa pemerintahan dinasti ini, perkembangan seni arsitektur banyak dipengaruhi dan berasimilasi dengan kebudayaan lokal. Fenomena ini terjadi karena para arsitek Muslim belum dapat melepaskan diri dari pengaruh arsitektur bangunan tradisional Byzantium. Bahkan dalam pelaksanaannya, para penguasa juga mengikutsertakan para arsitektur Yunani, Romawi dan Byzantium dalam merencanakan pelaksanaan pembangunan masjid, tata kota, serta bangunan material lainnya. Hanya saja, meskipun demikian warna dan nilai arsitektur yang dikembangkan dikemas sesuai dengan nilai-nilai Islam sehingga terlihat jelas nuansa dan misi keislamannya.

RECENT POSTS

Author: 2bfmp