Daerah-daerah yang dikuasai oleh Kerajaan Usmani

PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM PADA MASA TURKI USMANI

Kondisi-Kondisi yang Mempengaruhi Perkembangan Peradaban Turki Usmani

1. Kondisi Sosial Politik
Kerajaan Turki Usmani memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Masyarakat yang berada dalam wilayahnya tentu jumlahnya banyak pula. Mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Dalam kacamata sosial politik, kerajaan Turki Usmani merupakan perpaduan antara kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Pesia, mereka banyak menerima ajaran-ajaran tentang etika dan tata krama dalam kehidupan istana. Organisasi pemerintahan dan kemiliteran mereka dapatkan dari Bizantium. Sedang dari Arab, mereka mendapatkan ajaran tentang prinsip ekonomi dan kemasyarakatan.
Kebesaran Turki Usmani dicapai pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II yang bergelar al-Fath, gelar ini diperoleh karena ia berhasil menaklukan Konstantinopel pada 28 Mei 1453 M. Dengan jatuhnya Konstantinopel yang kemudian beralih nama menjadi Istanbul merupakan saksi sejarah akan kebesaran kerajaan Usmani.
Pada masa Sultan Salim I (1512-1520) kemajuan semakin pesat, ia berhasil menaklukan Persia dan Mesir. Dan mencapai puncak keemasanya pada abad ke-16 dibawah pemerintahan Sultan Sulaiman al-Qonuni yang bergelar “Sultan Agung” (1520-1566). Wilayah kekuasaan kerajaan Usmani pada masa Sultan Sulaiman al-Qanuni meliputi tiga benua, yaitu Benua Asia meliputi Asia Kecil, Armenia, Irak, Suria, Hijaz serta Yaman. Benua Afrika meliputi Mesir, Libia, Tunis, serta Al-jazair, dan Benua Eropa meliputi Bulgaria, Yunani, Yugoslapia, Albania, Hongaria dan Rumania.
2. Kondisi Ekonomi
Daerah-daerah yang dikuasai oleh Kerajaan Usmani merupakan bekas kekuasaan umat Islam sebelumnya. Salah satu hasilnya ialah terintegrasinya daerah-daerah yang ditaklukan ke dalam satu kesatuan sosial politik yang disebut dunia Islam. Selanjutnya dunia Islam merupakan suatu kawasan ekonomi yang terpadu dalam suatu jaringan secara bersama-sama. Jaringan tersebut membentang dari Timur Tengah, Afrika, Laut Tengah ke wilayah-wilayah Eropa. Dengan demikian pada masa pemerintahan Usmani muncul pusat-pusat perdagangan, seperti Mesir, Syiria, Persia, Sudan, Yaman dan kota-kota lainnya.
Kemudian salah satu sektor yang dikembangkan Dinasti Usmani untuk mengisi pundi-pundi keuangan negara adalah dengan memberlakukan pembayaran pajak khususnya dari negara-negara taklukan yang wilayahnya cukup luas. Disamping itu, sumber pemasukan atau devisa negara diperoleh dari kharaj yang diambil dari penduduk non Muslim dan termasuk juga pajak lintas laut.
Maka dari itu, kondisi ekonomi dan keuangan turut memberikan andil bagi perkembangan peradaban Islam di kerajaan Turki Usmani baik yang bersifat ofensif-ekspansif (untuk memperluas wilayah kekuasaan), defensive (mempertahankan diri dari serangan luar) maupun yang bersifat prefentif (untuk memadamkan pemberontakan-pemberontakan dari dalam).


Sumber: https://bengkelharga.com/

Author: 2bfmp