Representasi adalah

Representasi adalah

Representasi adalah

Representasi adalah
Representasi adalah

Kelompok yang memiliki dan menggunakan kekuasaan dalam masyarakat mempengaruhi apa yang direpresentasikan melalui media. Pesan-pesan tersebut bekerja secara kompleks. Pengetahuan dan kekuasaan saling bersaing. Isu kekuasaan tidak dapat dilepaskan dari pertanyaan representasi.

  • Representasi Dan Media Oleh Stuart Hall

Stuart Hall menganggap bahwa “ada yang salah “ dengan representasi kelompok minioritas dalam media. Media cenderung sensitif pada gaya hidup kelas menengah ke tas. Media semakkin mengagungkan institusi masyarakat, dimana masyarakat kulit hitam bermasalah dalam area kekuasan sensitif itu.

  • Representasi : Old View Vs New View

Representasi biasanya dipahami sebagai gambaran sesuatu yang akurat atau realita yang terdistori. Representasi adalah sebuah cara dimana memaknai apa yang diberikan pada benda yang digambarkan.

Hall menyebutkan “Representasi sebagai konstitutif”. Representasi adalah bagian dari objek itu sendiri, ai adalah konstitutif darinya.Konsep budaya mempunyai peran sentral dalam proses representasi.

  • Peta Konseptual-Mengklasifikasi Dunia

Budaya adalah sebuah sistem represntasi. Kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas, kebudayaan menyangkut “pengalaman berbagi”.

Seseorang dikatakan berasal dari kebudayaan yang sama jika manusia-manusia itu membagi pengalaman yang sama, membagi kode-kode kebudayaan yang sama, berbicara dalam bahasa yang sama dan saling berbagi konsep yang sama.

  • Bahasa Dan Komunikasi

Konsep-konsep adalah representasi-representasi yang memperbolehkan kita untuk berpikir. Kita bisa saling berkomunikasi karena adanya keminculan bahasa-bahasa. Bahasa mengeksternalisasi makna yang kita buat.Representasi benar-benar mulai dan menutp sirkulasi representasi.

  • Realitas Dan Wacana

Hall menegaskan bahwa tanpa bahasa, makna tidak dapat dipertukarkan. Tanpa bahasa, tidak akan ada representasi, tanpa representasi tidak akan ada makna.

  • Praktek Signifikansi

Yang dimaksud Hall dengan praktek signifikansi adalah :

Pertanyaan mengenai sirkulasi makna secara otomatis melibatkan isu kekuasaan. Siapa yang mempunyai kekuasaan, di channel yang mana, untuk mensirkulasikan makna kepada siapa ?. Hall memahami bahwa komunikasi selalu berhubungan dengan kekuasaan. Kelompok yang memiliki dan menggunakan kekuasaan dalam masyarakat mempengaruhi apa yang direpresentasikan melalui media. Pesan-pesan tersebut bekerja secara kompleks. Pengetahuan dan kekuasaan saling bersilangan. Isu kekuasaan tidak dapat dilepaskan dari pertanyaan representasi.

  • Makna dan ketidakadaan (absence)

Makna secara manifest berhubungan dengan apa yang pertama kali kita harapkan untuk temukian, yang tampak tidak dimanapun didalam imaji, bahkan berlawanan dengan yang ada didalam imaji.

  • Identitas, identifikasi, dan penonton

Iklan bekerja atas dasar identifikasi, iklan hanya bekerja ketika kita mengidentifikasi apa yang direpresentasikan oleh imaji-imaji. Imaji-imaji itu mengkonstruksi kita, melalui hubungan kita dengan mereka.

  • Ideology dan kekuatan makna tetap

Makna dapat berubah jika makna tidak dapat ditetapkan. Kuasa terdiri atas satu makna diantara banyak makna yang cocok dengan interes tertentu. Tujuan dari kekuasaan yaitu ketika mengintervensi (mengganggu) bahasa adalah untuk memperbaiki secara absolute. Ambisi dari ideology adalah untuk memperbaiki makna tertentu untuk gambaran spesifik. Kekuasaan dalam proses signifikani selalu mempunyai tendensi untuk menutup bahasa, menutup makna, dan menghentikan aliran.

  • Menentang stereotip: gambaran positif

Stereotip menetapkan makna yang diberikan kepada kelompok-kelompok. Misalnya gambaran orang kulit hitam yang terbatas, memberikan efek padaapa yang dipahamimasyrakat mengenai orang kulit hitam dalam dunia nyata. Gambaran memproduksi pengetahuan tentang bgaimana kita melihatnya direpresentasikan. Sehingga perjuangan untuk membuka praktik stereotip kadang adalah sebuah perjuangan yang meningkatkan perbedaan, celakanya, semakin memperlihatkan identitas yang memungkinkan dari orang-orang yang belum direpresentasikan sebelu mnya.

  • Menantang stereotip : mengesampingkan imaji

Gambaran menaturalisasikan representasi itu sendiri melakukan naturalisasi representasi sampai tidak bisa melihat siapa yang memprosuksi mereka. Gambaran-gambaran ini telah menyembunyikan proses representasi.

  • Masa depan representasi

Representasi terbuka pada pengetahuan-pengetahuan baru untuk diproduksi dalam dunia, berbagai macam subyektifitas untuk dieksolor, dan dimensi baru makna yang tidak pernah menutup system kekuasaan yang sedang beroperasi.


Baca Juga :

Author: 2bfmp