Subsiden di Lahan Gambut

Subsiden di Lahan Gambut

Subsiden tanah adalah pergerakan permukaan tanah ke bawah relatif terhadap datum atau titik tertentu. Subsiden tanah dapat diakibatkan oleh berbagai hal, seperti ekstraksi migas, penambangan mineral, ekstraksi air tanah, kelarutan batu kapur, gempa bumi, dan sebagainya. Subsidens lahan merupakan tantangan dalam pengelolaan jangka panjang perkebunan dan hutan tanaman di lahan gambut tropis. Seiring dengan waktu, subsidens lahan meningkatkan risiko banjir berkala serta terjadinya genangan, yang kemudian berpotensi menurunkan produktivitas.

Subsiden lahan terjadi karena adanya penyusutan gambut yang kering dan percepatan dekomposisi gambut yang disebabkan paparan oksigen. Oksidasi tersebut selanjutnya dapat menimbulkan emisi CO2 dari lahan gambut yang terdrainase. Praktek penggunaan lahan pada lahan gambut yang dibuka untuk pertanian dan perkebunan, umumnya mengalami subsiden (Nugroho, 2015).

Subsiden dapat melaju dengan kecepatan mencapai 50 cm pada dua tahun pertama setelah dilakukan drainase. Pada tahun berikutnya akan berlanjut dengan laju subsiden sekitar 2-6 cm pertahun tergantung tingkat kematangan gambut dan kedalaman saluran drainase (Widyati, 2011). Beberapa data mengenai laju subsiden diantaranya: pada tanah gambut saprik laju subsiden 0,36 cm/bulan di Barambai Kalimantan Selatan selama 12-21 bulan setelah reklamasi; Gambut saprik yang di Talio Kalimantan Tengah laju subsidennya 0,178 cm/bulan, sedangkan pada gambut hemik laju subsidennya 0,9 cm per bulan (Widyati, 2011).

Subsiden terjadi karena proses pemadatan dan hilangnya masa gambut akibat kebakaran dan/atau proses dekomposisi bahan organik secara aerob yang dapat membebaskan CO2 ke udara dan merupakan fenomena umum yang ditemui pada lahan gambut yang telah dikonversi ke berbagai penggunaan lahan. Konversi hutan gambut menyebabkan perubahan siklus karbon dan mempunyai pengaruh terhadap fluks karbon global. Subsiden akan menimbulkan banyak kerugian bila berlangsung terus menerus. Akibat yang ditimbulkannya adalah tumbangnya pepohonan, karena akar sudah tidak mampu lagi menopang pohon.

METODE PELAKSANAAN

A. Waktu Pelaksanaan

Praktikum pengolahan lahan gambut dan pasang surut dilaksanakan kurang lebih satu bulan di Mei 2020. Pemaparan materi praktikum dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2020 melalui forum online zoom.

B. Peralatan

Peralatan yang digunakan pada praktikum pengolahan lahan gambut dan pasang surut, yaitu kalkulator, laptop/komputer dan alat tulis.

RECENT POSTS

Author: 2bfmp