Faktor dan Penilaian Beban Kerja: Ergonomi Kehutanan

Faktor dan Penilaian Beban Kerja: Ergonomi Kehutanan

 

Kerja fisik atau beban kerja mengakibatkan pengeluaran energi, sehingga berpengaruh pada kemampuan kerja manusia. Dimana beban kerja ini dapat mempengaruhi keberhasilan kerja, untuk mengomptimalkan kemampuan kerja, perlu diperhatikan pengeluaran energi pemulihan energi selama proses kerja berlangsung.

Faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran energi selama bekerja antara lain adalah cara pelaksanaan kerja, kecepatan kerja, sikap kerja dan kondisi lingkungan kerja. Oleh sebab itu, memungkinkan terjadinya kelelahan yang disebabkan oleh dua hal, yaitu kelelahan fisiologis dan psikologis (Widodo, 2008).

Pekerja yang bekerja dengan beban kerja berat tentunya membutuhkan periode dan frekuensi yang berbeda dengan pekerja yang bekerja dengan beban kerja ringan. Apabila lamanya waktu istirahat tidak sesuai dengan beban kerja yang diberikan akan menyebabkan pekerja berada dalam kondisi yang tidak optimal.

Adanya massa otot yang bobotnya hampir lebih dari separuh beban tubuh, memungkinkan dapat menggerakkan dan melakukan pekerjaan, dimana tubuh manusia dirancang untuk melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Oleh sebab itu, bahwa setiap pekerjaan adalah suatu beban bagi pekerja (Widodo, 2008).

Dari sudut pandang ergonomi, setiap beban kerja yang diterima oleh seseorang disesuaikan atau diseimbangkan baik dalam kemampuan fisik maupun kognitif. Dimana kemampuan kerja seorang tenaga kerja berbeda dari satu kepada yang lainnya dan sangat tergantung dari tingkat ketrampilan, kesegaran jasmani, usai, dan ukuran tubuh dari pekerja yang bersangkutan (Widodo, 2008).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja

1. Faktor Eksternal

a. Tugas-tugas (task), terdiri dari tugas bersifat fisik, misalnya stasiun kerja, tata ruang tempat kerja, kondisi lingkungan kerja, sikap kerja, cara angkut, dan beban yang diangkat. Dan tugas bersifat mental terdiri dari tanggungjawab, kompleksitas, pekerjaan, dan emosi pekerjaan.
b. Organisasi kerja, terdiri dari waktu kerja, waktu istirahat, shift kerja, dan sistem kerja.
c. Lingkungan kerja, terdiri dari lingkungan kerja fisik, kimiawi, biologis, dan psikologis.

2. Faktor Internal

a. Faktor somatis, terdiri dari jenis kelamin, umur, ukuran tubuh, status gizi, dan kondisi kesehatan.
b. Faktor psikis, terdiri dari motivasi, persepsi, kepercayaan, keinginan, dan kepuasan.

Author: 2bfmp