Discrete Event Modeling

Discrete Event Modeling

Secara umum adalah konsep simulasi yang digunakan untuk sistem bersifat diskrit. Maksudnya sebuah sistem yang state nya berubah di titik waktu tertentu karena adanya trigger dari sebuah event.

Contoh :

Antrian di bank.

Di ruang tunggu ada berapa orang ?misalkan ada 12 orang. Sementara itu ada 2 teller yang beroperasi. Teller tersebut penuh semua . Jumlah orang sebanyak 12 orang yang menunggu ini kita anggap sebagai state.

Jika, salah satu teller sudah selesai melayani nasabah. Maka ini dinamakan event. Event ini kemudia memicu 1 dari 12 orang yang menunggu untuk ke teller.Berapa jumlah yang antri? 12 orang. State nya berubah karena dipicu event di satu waktu tertentu. Inilah kemudian yang dinamakan sistem diskrit.

Kalau dalam keilmuan teknik industri, seorang teknik industri seringkali diminta memecahkan masalah atau melakukan peningkatan kualitas dalam sistem diskrit. Misalnya di sistem manufaktur untuk produksi massal sebuah produk, maka kita juga akan melihat sistemnya diskrit. Bahan baku diproses dari satu station ke station lain, menjadi barang setengah jadi, hingga barang jadi pada akhirnya. Ini juga merupakan salah satu contoh sederhana dari sistem diskrit. Perspektif discrete event modeling juga melihat sistem sebagai sebuah aliran (flow), terdiri dari serangkaian operasi yang bersifat berurutan (sequence), dan menggunakan resource untuk membuat operasi berjalan.

Manfaatnya apa ? di bidang industri, seringkali eksperimen – eksperimen untuk sistem tidak bisa dilakukan secara langsung ke sistem yang bersangkutan. Karena kalau salah, bisa merugikan.. Sistemnya bisa porak poranda. Maka dari itu, buat sistem yang bersifat diskrit, coba kita modelkan ke dalam komputer, untuk kemudian kita “tes” berbagai macam alternatif solusi yang kita miliki sehingga kita tahu mana yang memberikan hasil terbaik. Decision yang kemudian didapatkan pun akan jadi lebih bijaksana, ketimbang trial and error.

SIMULASI DISCRETE-EVENT

Antrian adalah barisan orang atau benda yang menunggu layanan atau penanganan. Mengantri adalah istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada proses orang atau objek yang membentuk garis dalam persiapan untuk menerima layanan atau penanganan. Antrian dan antrian adalah bagian integral dari lingkungan normal yang teratur yang mendefinisikan dunia modern kita. Bagian dari norma sosial, budaya, dan sipil kita ditentukan oleh aturan tidak tertulis yang memandu di mana dan bagaimanakita mengantri. Faktanya, keakraban kita dan seringnya penerapan aturan-aturan tidak tertulis ini dalam kehidupan kita sehari-hari telah memungkinkan mereka untuk menjadi hampir alami. Sebagai contoh, kita membentuk garis dan menunggu untuk dilayani oleh perwakilan pelanggan berikutnya yang tersedia di bank, untuk menggunakan kamar kecil selama istirahat, dan lampu lalu lintas untuk kembali menjadi hijau.

Aturan yang mengatur antrian lebih diformalkan dalam lingkungan yang terkontrol seperti manufaktur, pergudangan, dan distribusi. Sebagai contoh, produk setengah jadi antri menunggu untuk menerima perawatan berikutnya dalam jalur perakitan, diikuti oleh pengemasan dan pengiriman ke tujuan akhir atau pusat distribusi. Di pusat distribusi yang padat, truk membentuk antrian yang menunggu dimuat.

Seperti yang Anda lihat, antrian dan antrian cukup umum, dan karena istilahnya, dengan definisi, mengharuskan “menunggu,” evaluasi kinerja sistem antrian, sering kali menjadi titik perhatian bagi konsumen dan manajer operasi, dapat diukur dengan beberapa bentuk “waktu tunggu. “Ketika mengevaluasi kinerja sistem antrian dunia nyata, ada sejumlah langkah yang dapat dipertimbangkan: waktu tunggu rata-rata dan maksimum, rata-rata dan jumlah maksimum orang atau objek dalam antrian, waktu penggunaan layanan, total waktu ( masuk untuk keluar) dalam sistem, dan sebagainya. Dari perspektif konsumen, ketika mencari layanan, jika waktu tunggu terlalu lama, maka evaluasi bisnis cenderung agak buruk.

https://haciati.co/

Author: 2bfmp