Pemeriksaan USG pada kehamilan trimester II dan III

Pemeriksaan USG pada kehamilan trimester II dan III

Pemerksaan pada trimester kedua dan ketiga berbeda dengan pemeriksaan trimester pertama, pada pemeriksaan ini, janin sudah terbentuk, dimana hal-hal yang harus diperhatikan pada trimester II dan III adalah :

Keadaan janin

Yang harus diperhatikan dalam memeriksa keadaan janin adalah :

  1. Janin hidup/mati, dengan cara kita mencari pulsasi jantung janin
  2. Jumlah  janin, kita perhatikan apakah tunggal/multipel, jika lebih dari satu janin, harus ditentukan khorionitas dan amnionitas.
  3. Kelainan kongenital mayor : lebih jelas dapat dilihat pemeriksaan USG trimester I
  4. Presentasi dan letak janin, jika usia gestasi sudah memasuki trimester III, harus diperhatikan letak janin, apakah memanjang/melintang, oblique, dan presentasi bagian terbawanya, apakah presentasi kepala, atau presentasi bokong.
  5. Usia gestasi

Menentukan usia gestasi pada trimester II dan III berbeda dengan trimester I, beberapa hal yang perlu diperhatikan (Sarwono,2006) :

  1. Diameter biparietal (Biparietal Diameter / BPD)

Diameter biparietal (DBP) merupakan yang umum digunakan untuk menentukan usia kehamilan, terutama pada kehamilan trimester II. Selama periode tersebut laju pertumbuhan DBP sangat cepat dan mempunyai variasi yang relatif kecil. Tulang kepala janin yang tipis akan mempermudah tekhnik dan memperkecil kesalahan dalam pengukuran.Kadang-kadang bentuk kepala mengalami deformasi, misalnya akibat moulage, kelainan letak janin, kelainan bentuk kepala, penekanan kepala oleh probe sewaktu pengukuran, dan sebagainya, sehingga ukuran DBP tidak sesuai dengan yang sebenernya. Dalam keadaan itu pengukuran DBP menjadi tidak akurat lagi hasilnya.

  1. Lingkar Kepala (Head Circumference / HC)

Lingkar kepala dihitung dengan rumus :

Lingkar kepala = (DBP + DOF) x 1,57

Ukuran lingkar kepala merupakan alternatif lain untuk menentukan usia kehamilan, pada keadaan dimana ukuran DBP kurang dapat dipercaya, misalnya adanya kompresi kepala. Disamping itu pengukuran lingkar kepala lebih berguna dalan menentukan adanya kelainan bentuk kepala seperti mikro-makrosefalus, atau dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan janin melalui pengukuran rasio lingkar kepala/lingkar perut.

Pemeriksaan USG pada kehamilan trimester II dan III

Pemerksaan pada trimester kedua dan ketiga berbeda dengan pemeriksaan trimester pertama, pada pemeriksaan ini, janin sudah terbentuk, dimana hal-hal yang harus diperhatikan pada trimester II dan III adalah :

  1. Keadaan janin

Yang harus diperhatikan dalam memeriksa keadaan janin adalah :

  1. Janin hidup/mati, dengan cara kita mencari pulsasi jantung janin
  2. Jumlah  janin, kita perhatikan apakah tunggal/multipel, jika lebih dari satu janin, harus ditentukan khorionitas dan amnionitas.
  3. Kelainan kongenital mayor : lebih jelas dapat dilihat pemeriksaan USG trimester I
  4. Presentasi dan letak janin, jika usia gestasi sudah memasuki trimester III, harus diperhatikan letak janin, apakah memanjang/melintang, oblique, dan presentasi bagian terbawanya, apakah presentasi kepala, atau presentasi bokong.
  5. Usia gestasi

Menentukan usia gestasi pada trimester II dan III berbeda dengan trimester I, beberapa hal yang perlu diperhatikan (Sarwono,2006) :

  1. Diameter biparietal (Biparietal Diameter / BPD)

Diameter biparietal (DBP) merupakan yang umum digunakan untuk menentukan usia kehamilan, terutama pada kehamilan trimester II. Selama periode tersebut laju pertumbuhan DBP sangat cepat dan mempunyai variasi yang relatif kecil. Tulang kepala janin yang tipis akan mempermudah tekhnik dan memperkecil kesalahan dalam pengukuran.Kadang-kadang bentuk kepala mengalami deformasi, misalnya akibat moulage, kelainan letak janin, kelainan bentuk kepala, penekanan kepala oleh probe sewaktu pengukuran, dan sebagainya, sehingga ukuran DBP tidak sesuai dengan yang sebenernya. Dalam keadaan itu pengukuran DBP menjadi tidak akurat lagi hasilnya.

  1. Lingkar Kepala (Head Circumference / HC)

Lingkar kepala dihitung dengan rumus :

Lingkar kepala = (DBP + DOF) x 1,57

Ukuran lingkar kepala merupakan alternatif lain untuk menentukan usia kehamilan, pada keadaan dimana ukuran DBP kurang dapat dipercaya, misalnya adanya kompresi kepala. Disamping itu pengukuran lingkar kepala lebih berguna dalan menentukan adanya kelainan bentuk kepala seperti mikro-makrosefalus, atau dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan janin melalui pengukuran rasio lingkar kepala/lingkar perut.

Sumber: https://ngegas.com/kakaotalk-apk/

Author: 2bfmp