KARAKTERISTIK SITUASI DAN METODE PERAMALAN

KARAKTERISTIK SITUASI DAN METODE PERAMALAN

KARAKTERISTIK SITUASI DAN METODE PERAMALAN

KARAKTERISTIK SITUASI DAN METODE PERAMALAN

Ketika kita membuat ramalan, hal yang perlu diperhatikan adalah situasi yang melingkupi apa yang akan kita ramal. Pemahaman mengenai situasi sangat diperlukan untuk menentukan metode apa yang cocok (appropriate) digunakan. Berkenaan dengan masalah situasi ini, Makridakis dan Wheelwright dalam bukunya Forecasting Methods for Management menjelaskan terdapat 6 macam situasi yang memiliki peranan penting yang harus diperhatikan agar peramalan dapat efektif :

1 .      Time Horizon

Periode waktu dimana hasil ramalan tersebut akan menimbulkan pengaruh merupakan faktor penentu terhadap pemilihan metode peramalan. Periode waktu (rentang waktu) pada umumnya dikelompokkan menjadi 4, yaitu :

  • Jangka sangat pendek (kurang dari 1 bulan)
  • Jangka pendek (1 sampai dengan 3 bulan)
  • Jangka menengah (3 bulan sampai dengan 2 tahun)
  • Jangka panjang (2 tahun atau lebih)

Penentuan rentang waktu dalam membuat ramalan tidaklah harus seperti itu. Namun demikian perlu dipahami bahwa penggunaan rentang waktu peramalan yang keliru akan menghasilkan ramalan yang tidak valid. Misalnya peramalan menggunakan data penjualan selama 3 bulan terakhir untuk membuat ramalan penjualan 10 tahun yang akan datang. Retang waktu yang digunakan dalam peramalan ini tentu saja akan menghasilkan ramalan yang tidak appropriate.

  1. Level of Aggregate Detail

Ramalan yang lingkupnya luas biasanya dibuat dengan membagi kegiatan peramalan menjadi beberapa subramalan.Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam melakukan peramalan dan kegiatan peramalan dapat menjadi lebih sederhana.Misalnya pemerintah ingin meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia. Peramalan tentang pertumbuhan ekonomi akan menjadi komplek, karena banyak sektor (kegiatan produksi) yang membentuknya. Agar peramalan tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih mudah dan lebih baik, maka kegiatan peramalan dilakukan terhadap pertumbuhan setiap sektor ekonomi yang terdapat dalam produksi nasional tersebut.

  1. Number of Items

Situasi dimana peramalan dilakukan untuk variabel yang jumlahnya banyak memerlukan prosedur untuk mempersiapkan kegiatan peramalan menjadi lebih komplek dibandingkan dengan peramalan dilakukan hanya untuk satu variabel saja. Jelasnya, seorang manajer pengendalian persediaan dengan 10.000 macam produk tidak akan menggunakan metode yang sama untuk memperoleh ramalan yang dibutuhkan dibandingkan dengan staff yang akan membuat ramalan tentang kondisi perekonomian makro.

  1. Control versus Planning

Dalam permasalahan pengendalian (contor), management by exception merupakan prosedur yang umum. Pengendalian dilakukan dengan menggunakan beberapa cara untuk menentukan sedini mungkin proses yang terjadi diluar kendali (out of control). Dalam situasi tertentu metode peramalan harus mampu mengenali perubahan pada pola dasar atau hubungan pada tahap awal. Pada sisi perencanaan (planning) umumnya berasumsi bahwa Pola yang telah ada akan berlanjut pada masa yang akan datang, sehingga peramalan ditekankan pada usaha mengidentifikasi pola yang sudah ada untuk membuat ramalan pada masa yang akan datang.

  1. Constancy

Membuat ramalan pada situasi yang tidak mengalami perubahan dari  waktu ke waktu sangat berbeda dengan membuat ramalan pada situasi yang terus menerus mengalami perubahan. Dalam situasi yang stabil, metode peramalan kuantitatif dapat digunakan dan dilakukan pencermatan secara berkala untuk mengetahui tingkat keakuratan ramalan.Dalam hal terjadinya perubahan situasi, haruslah metode yang diperlukan adalah metode yang mampu beradaptasi secara terus menerus agar ramalan yang diperolah dapat mencerminkan hasilterbaik saat ini dan memberikan informasi terkini.

  1. Existing Planning Procedure.

Setiap menggunakan metode peramalan umumnya melibatkan perubahan pada prosedur perencanaan dan pengambilan keputusan.Hal ini tidaklah mudah diterapkan dalam organisasi bisnis, karena biasanya terdapat faktor resistensi (penolakan).Oleh karena itu, perubahan sebaiknya dimulai dari hal-hal yang tidak jauh berbeda dengan prosedur yang sudah ada, kemudian perbaikkan dilakukan secara bertahap.

Terdapat 6 faktor penting dalam menggambarkan berbagai metode peramalan.Faktor-faktor tersebut mencerminkan kemampuan dan penyesuaian untuk membuat ramalan. Keenam faktor tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Time horizon.

Time horizon memiliki keterkaitan dengan metode peramalan individual, yaitu metode peramalan yang berbeda akan menghasilkan kesesuaian peramalan yang berbeda untuk rentang waktu berbeda. Misalnya, metode peramalan kualitatif lebih banyak digunakan untuk membuat ramalan yang berjangka waktu penjang dibandingkan dengan metode peramalan kuantitatif yang biasanya digunakan untuk membuat ramalan berjangka menengah atau pendek.Time horizon (rentang waktu) juga memilike keterkaitan dengan banyaknya periode ramalan waktu yang diinginkan. Beberapa teknik peramalan ada yang hanya cocok digunakan untuk meramal dalam rentang waktu 1 atau 2 periode kedepan saja, namun ada juga teknik peramalan yang cocok meramal lebih dari dua periode

Author: 2bfmp