Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan
Sistem Pencernaan
Dalam proses pencernaan terjadi perombakan bahan makanan dari molekul kompleks menjadi molekul sederhana yang siap diserap oleh usus. Pencernaan makanan menghasilkan sejumlah energi dalam bentuk ATP. Bahan makanan yang merupakan sumber energi,  yaitu karbohidrat, protein & lemak, sehingga dalam kehidupan sehari-hari tubuh memerluakan ketiga macam nutrisi ini dalam jumlah yang besar.

1. Pencernaan Karbohidrat dalam Tubuh

Sumber karbohidrat antar lain beras, jagung, kentang, gandum, buah-buahan, ubi-ubian & madu. Tujuan akhir pencernaan karbohidrat adalah mengubah karbohidrat menjadi ikatan-ikatan lebih sederhana, terutama dalam bentuk glukosa & fruktosa, sehingga dapat diserap oleh pembuluh darah melalui dinding usus halus. Pencernaan karbohidrat kompleks dimulai dari mulut & berakhir di usus halus.
  • Di dalam mulut, karbohidrat bercampur dengan ludah yang mengandung enzim amilase ( sebelumnya dikenal sebagai ptialin). Enzim amilase menghidrolisis karbohidrat (amilum) menjadi bentuk karbohidrat yang lebih sederhana, yakni dekstrin. Apabila berada di mulut cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa.
  • Di dalam lambung, makanan bercampur dengan getah lambung yang bersifat asam. Di sini terjadi proses percampuran makanan. Di mana dekstrin & maltosa diuraikan menjadi disakarida dengan bantuan amilase pankreas, kemudian akan diteruskan di usus halus.
  • Di usus halus, karbohidrat diserap oleh dinding halus dalam bentuk monosakarida. Dan selanjutnya, sebagian besar monosakarida di bawa oleh aliran darah menuju hati, & sebagian lagi di bawa ke sel jaringan tertentu. Di jaringan itu monosakarida mengalami proses metabolisme lebih lanjut.
Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, kemudian dioksidasi menjadi karbon dioksida & senyawa air / dilepaskan untuk di bawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerluka. Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang keluar dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Kenaikan proses pencernaan & penyerapan karbohidrat menyebabkan glukosa dalam darah meningkat sehingga sintesis glikogen dari glukosa oleh hati akan naik.
Pada saat tubuh melakukan aktivitas, energi banyak dipakai untuk kontraksi otot sehingga kadar glukosa dalam darah menurun.
Jadi pada saat seperti ini, glikogen akan diuraikan menjadi glukosa yang selanjutnya mengalami katabolisme menghasilkan energi (dalam bentuk energi kimia, ATP).
Hormon yang mengatur kadar gula dalam darah;
  • Hormon insulin, dihasilkan oleh pankreas. Fungsinya untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah
  • Hormon adrenalin, dihasilkan oleh korteks adrenal. Fungsinya untuk menaikan kadar glukosa dalam darah.

Kemampuan tubuh dalam mencerna karbohidrat tergantung kondisi kesehatan alat-alat pencernaan & jenis bahan makanan. Kemampuan tubuh dalam mencerna karbohidrat akan menurun bahan makanan berserat.

2. Pencernaan Protein dalam Tubuh

Pencernaan protein dalam dimulai di lambung yakni dengan bantuan enzim pepsin & disekresi dalam bentuk tidak aktif yaitu pepsinogen. Kondisi lambung yang asam akan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin memecah protein menjadi polipeptida.
Pencernaan protein berlanjut di usus halus/duodenum. Enzim-enzim pankreas yaitu tripsin, kimotripsin, & karbosipeptidase disekresi dalam bentuk tidak aktif. Enzim enterokinase akan mengubah tripsinogen menjadi tripsin. Selanjutnya, tripsin akan mengubah enzim-enzim lain ke bentuk aktif. Enzim-enzim itu akan mencerna polipeptisida menjadi peptide. Asam amino kemudian diserap (diabsorpsi) ke dalam pembuluh darah usus halus.
Setelah diserap & masuk dalam pembuluh darah, asam amino itu sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan & sebagian lain mengalami proses pelepasan gugus amin (gugug yang mengandung N) di hati. Proses pelepasan gugus amin ini di kenal dengan deaminasi protein. Protein yang tidak dapat terurai bersamaan dengan yang lainnya akan bercampur dengan air & akan masuk ke dalam kolon/usus besar.
Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh sehingga apabila kelebihan akan segera dibuang/ diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni & yang tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat & lemak. Oksidasi 1 gram protein dapat menghasilkan energi 4 kalori. Kelebihan protein dalam tubuh dapat mengkibatkan pembengkakan hati & ginjal karena beban kerja organ-organ itu lebih berat dalam mengurai protein & mengeluarkannya melalui air seni.
Kekurangan protein juga tida baik bagi tubuh. Gangguan kekurangan protein umumnya terjadi bersamaan dengan kekurangan karbohidrat. Gangguan ini dinamakan busung lapar/Hunger Oedema (HO). Ada 2 bentuk busung lapar, yaitu sebagai berikut;
  • Maramus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. Gejala yang timbul diantaranya muka seperti orang tua (berkerut), tidak telihat lemak & otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit), rambut mudah patah & kemerahan, gangguan kulit, gangguan pencernaan (sering diare), pembesaran hati & sebagainya.
  • Kwashiorkor adalah gangguan gizi akibat kekurangan protein akut. Ditandai dengan kelambatan pertumbuhan, perubahan warna kulit & pigmentasi rambut, perut buncit, anemia & peradangan pada kulit. Penderita umumnya mengalami perubahan warna kulit yang menggelap & menebal di beberapa tempat, seperti tungkai & punggung. Kwashiorkor pertama kali ditemukan di Afrika.

3. Metabolisme Pencernaan Lemak dalam Tubuh

Di dalam tubuh, lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak & gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam-garam empedu membentuk senyawa seperti sabun, selanjutnya senyawa seperti sabun akan diserap jonjot usus & akan terurai menjadi asam lemak & garam empedu. Asam lemak itu akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak kemudian diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju pembulu getah bening dada kiri, selanjutnya ke pembulu balik bawah selangka kiri.
Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk dihidrolisis menjadi asam lemak & gliserol. Selanjutnya gliserol akan diubah menjadi gula otot/glikogen & asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.
Gangguan metabolisme berupa tertimbunnya senyawa aseton dapat menyebabkan gangguan pernapasan.
Kesulitan bernapas terjadi karena meningkatnya tingkat keasaman & jumlah karbon dioksida yang tertimbun & kelainan ini dinamakan asidosis.

Author: 2bfmp