Mastel tolak revisi PP 82 tentang data center

Mastel tolak revisi PP 82 tentang data center

Mastel tolak revisi PP 82 tentang data center

Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menyatakan keberatan mereka terhadap revisi Peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, terutama pada bagian yang berkaitan dengan pusat data atau data center.

“Kami masih belum bisa memahami kenapa direvisi, apa urgensi dan substansinya,” kata Ketua Umum Mastel, Kristiono, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Mastel menyoroti rencana revisi dalam peraturan tersebut, yang akan mengubah data apa saja yang perlu berada di Indonesia berdasarkan tingkat kepentingannya. Pada peraturan yang lama, pusat data dan pusat pemulihan data (disatster recovery center) wajib berada di Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika membuat klasifikasi data berdasarkan

tingkat kepentingannya, yaitu data strategis, data tinggi dan data rendah. Data strategis ditetapkan oleh presiden dan harus berada di Indonesia, secara teknis diatur melalui Perpres.

Data strategis tidak boleh dipertukarkan keluar negeri, yang tergolong

dalam klasifikasi ini antara lain data mengenai penyelenggaraan negara dan keamanan dan pertahanan.

Data tinggi dan data rendah dalam kondisi tertentu dapat berada di luar Indonesia, namun, harus melalui kajian dari industri.

Menurut Mastel, data harus berada di Indonesia dilihat dari keamanan

maupun kepentingan bisnis. Jika pusat data tidak wajib berada di Indonesia, Mastel berpendapat calon investor asing belum tentu menginvestasikan uang mereka di Indonesia karena mereka masih memiliki opsi untuk menaruh data di negara lain.

 

sumber :

https://sel.co.id/seva-mobil-bekas/

Author: 2bfmp