Tujuh Perspektif Tradisi Komunikasi

Tujuh Perspektif Tradisi Komunikasi

Tujuh Perspektif Tradisi Komunikasi

Tujuh Perspektif Tradisi Komunikasi

(Griffin, 2009: 51)

Berdasarkan pemikiran Griffin ini maka tradisi psikologi sosial dan cybernetic berada di tradisi yang paling bersifat obyektif, sedangkan phenomenology dan critical paling bersifat interpretif.
Implikasi dalam Penelitian
Ide Craig tentang Tujuh Tradisi dalam Teori Komunikasi yang didukung penuh oleh Littlejohn dan Griffin selain telah membuka ruang baru untuk menghilangkan sekat-sekat multidisiplin dalam kajian komunikasi juga dapat memberikan pemahaman penggunaan teori dalam penelitian. Sunarto (2011: 12) menyatakan bahwa model tradisi ini membantu untuk lebih memahami kaitan antar berbagai tradisi dengan implikasi berbagai teori komunikasi yang ada di dalammya dengan metode penelitian yang digunakan.
Hal ini seperti yang dilontar Griffin (2009:51) dalam kajiannya dengan memperlihatkan mana kelompok dari ke Tujuh Tradisi dalam Teori Komunikasi yang dapat dilakukan dengan penelitian yang berdasarkan obyektif, positivis, metode kuantitatif dan mana yang interpretif dengan kekuatan pada metode kualitatif.
Dengan melihat bagan pemikiran dari Griffin diatas dapat dilihat bahwa tradisi psikologi sosial dimana di dalamnya terdapat banyak teori-teori komunikasi interpersonal akan lebih banyak dilakukan dengan pendekatan penelitian obyektif, kuantitatif. Sedangkan teori-teori yang berada dalam tradisi phenomenology dan critical lebih tepat dilakukan dengan pendekatan penelitian yang bersifat interpretif-kualitatif. Tradisi semiotika dan sosial-budaya akan berada dalam wilayah antara kuantitatif dan kualitatif.

Implikasi perspektif Tujuh Tradisi dalam Teori Komunikasi secara luas dapat diterapkan dengan berbagai paradigma penelitian yang telah dikembangkan oleh berbagai ilmuwan. Sunarto (2011: 12) melihat sangat memungkinkan muncul relasi yang signifikan antara apa yang dilihat Miller (2005) melalui paradigma postpositivistik; interpretif dan kritis dan pemikiran Griffin yang meletakan perspektif obyektif dan interpretif dalam memahami ke perspektif Tujuh Tradisi dalam Teori Komunikasi. Tradisi yang masuk dalam ranah objektif, dapat dikatakan menggunakan positivistik dan postpositivitistik. Tradisi yang masuk subyektif.


Sumber: https://civitas.uns.ac.id/kasiono/seva-mobil-bekas/

Author: 2bfmp