PENGERTIAN KEBEBASAN

PENGERTIAN KEBEBASAN

PENGERTIAN KEBEBASAN

PENGERTIAN KEBEBASAN

Di antara masalah yang menjadi bahan

perdebatan sengit dari sejak dahulu hingga sekarang adalah masalah kebebasan atau kemerdekaan menyalurkan kehendak dan kemauan. Yakni  adakah kehendak kita merdeka dalam memilih perbuatan yang kita buat? Adakah orang itu dapat memilih di antara terbuat atau tidak, dan dapatkan ia berbentuk perbuatanya menurut kemauanya? Adakah kita merdeka dalam mengikuti apa yang diperintah etika, atau kita dapat mengikuti dan dapat menolak?

       Untuk menjawab pertanyaan tersebut di kalangan ahli teologi terbagi kepada dua kelompok. Pertamakelompok yang berpendapat bahwa manusia memiliki kehendak bebas dan merdeka untuk melakukan perbuatanya menurut kemauanya sendiri. Ia makan, minum, belajar, berjalan dan seterusnya adalah atas kemauanya sendiri. Kedua kelompok yang berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kebebasan untuk melaksanakan perbuatanya. Mereka dibatasi dan ditentukan oleh Tuhan. Jika manusia makan, minum, berjalan, bekerja dan seterunya, pada hakikatnya mengikuti Tuhan.

              Di zaman baru ini berpendapat masalah kebebasan  dan keterpaksaan tersebut muncul kembali. Sebagian ahli filsafat seperti Spinoza, Hucs dan Malebrache bependapat bahwa manusia melakukan sesuatu karna terpaksa. Sebagian akhli filsafat lainnya berpendapat bahwa manusia  memiliki kebebasan  untuk  menetapkan perbuatannya. Manakah di antara dua  pendapat yang paling benar bukan hak kita untuk menilainya,  karena masing-masing memiliki argumentasi  yang sama-sama kuat dan meyakinkan.  Kecenderungan masing-masing pembacalah yang mana di antara dua aliran itu yang lebih diterima akal pikirannya.

  Kebebasan adalah tidak dalam keadaan diam, tetapi dapat melakukan apa saja yang diinggikan selama masih dalam norma-norma  atau peraturan-peraturan yang ada dalam kehidupan pribadi, keluarga,  masyarakat, dan Negara. Dalam arti luas kebebasan dapat diartikan sebagai suatau kegiatan yang menyangkut semua urusan mulai dari sekecil-kecilnya sampai sebesar-besarnya sesuai keinginan, baik individu maupun kelompok namun tidak bertentangan dengan norma-norma, aturan-aturan, dan perundang-undangan yang berlaku.ada orang salah menyalahartikankebebasan, sehingga mereka bisa berbuat sekehendak hati tanpa mengindahkan norma-norma yang ada. Bahkan tidak jarang tingkah laku mereka itu menggangu ketertiban umum dan merampas hak orang lain.

       Islam mengajarkan kebebasan yang bertanggung jawab dan memerhatikan norma-norma yang berlaku. Dengan kata lain, setiap orang memiliki kebebasan, ia bebas melakukan apa saja yang dikehendaki sehingga ia bisa mempertanggungjawabkan dan tidak melanggar norma-norma yang ada.

             Norma adalah peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur pergaulan dan kehidupan manusia. Norma ada empat jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Norma agama, yaitu peraturan hidup yang diterima sebagai perintah-perintah, larangan-larangan, dan anjurah-anjuran yang  diyakini oleh pemeluknya berasal dari tuhan.
  2. Norma kesusilaan, peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia. Peraturan hidup itu berupa bisikan kalbu atau suara batin yang diinsafi oleh setiap orang sebagai pedoman hidup.
  3. Norma kesopanan, yaitu peraturan yang hidup dan timbul dari pergaulan segolong manusia, diikuti dan ditaatisebagai pedoman manusia yang menggatur tingkah laku manusia terhadap manusia lain.
  4. Norma hukum peraturan yang dibuat oleh penguasa Negara, menggikat  setiap orang  dipaksakan oleh alat Negara.

      Kebebasan dapat juga diartikan sebagai kemerdekaan seorang tanpa ada kekangan dari pihak manapun yang menghalangi seorang untuk melakukan suatu perbuatan. Ada faktor ekstral yang dapat menghilangkan kebebasan.  Faktor tersebut dari pihak asing yang menjajah dan merampas  kebebasan dan paksa. Contohnya:

  1.  Kerja paksa yang banyak diperlakukan pada zaman penjajahan seperti  romusa dan kerja rodi.
  2. Amerika serikat yang mengekang kebebasan Negara-negara lain karena ia memiliki kekuatan dalam ekonomi.
  3. Tenaga- tenaga kerja wanita yang sudah hampir disamakan dengan budak.
  4. Di perancis kebebasan wanita muslim dirampas, tidak dibenarkan memakai jilbab.

Untuk mendapatkan  kebebasan, diperlukan pemgorbanan  yang tidak sedikit misalnya:

  1. Untuk bisa bebas dan lepas  dari penjajahan dan hidup merdeka, harus berkorban harta, tenaga, pikiran, nyawa untuk melawan penjajah.
  2. Untuk bisa memakai jilbab disekolah umum, para siswi telah berjuang sampai ke pengadilan.
  3. Pada zaman orde baru untuk mengemukakan pendapat yang benar, nyawa bisa menjadi taruhannya, walaupun kebebasan mengemukakan pendapat telah diatur pasal 28 UUD 1945.

           Kebebasan diikat oleh peraturan dan norma yang berlaku kebebasan mengandung pengertian bahwa yang bebas dibenarkan secara hukum syara’ sepanjang tidak merugikan orang lain, tidak bertentanggan adat istiadat  dan norma yang berlaku.


Sumber: https://fgth.uk/toca-life-apk/

Author: 2bfmp