Kebutuhan Remaja, Masalah dan Konsekuensinya

Kebutuhan Remaja, Masalah dan Konsekuensinya

Kebutuhan Remaja, Masalah dan Konsekuensinya

Kebutuhan Remaja, Masalah dan Konsekuensinya

Beberapa jenis kebutuhan remaja dapat disebutkan, antara lain:

1)      Kebutuhan organik, seperti makan, minum, bernafas, seks;

2)      Kebutuhan emosional, yaitu kebutuhan untuk mendapatkan simpati, dan pengakuan diri pihak lain, dikenal dengan n’Aff (need for affiliation).

3)      Kebutuhan berprestasi atau need of achievent yang berkembang karena didorong untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan sekaligus menunjukkan kemampuan psiko-fisis;

4)      Kebutuhan untuk mempertahankan diri dan mengembangkan jenis.

Beberapa masalah yang dihadapi remaja sehubungan dengan kebutuhan-kebutuhannya dapat diuraikan sebagai berikut:

1)      Upaya untuk dapat mengubah sikap dan perilaku kekanak-kanakkan menjadi sikap dan perilaku dewasa tidak semuanya dapat dengan muda dicapai baik oleh remaja laki-laki maupun perempuan.

2)      Seringkali para remaja mengalami kesulitan untuk menerima perubahan-perubahn fisiknya.

3)      Perkembangan fungsi seks pada masa ini dapat menimbulkan kebingungan remaja untuk memahaminya, sehingga sering salah tingkah dan perilaku menentang norma.

4)      Dalam memasuki kehidupan bermasyarakat, remaja yang terlalu mendambakan kemandirian dalam arti menilai dirinya cukup mampu untuk mengatasi problema kehidupan kebanyakan akan mengahadapi berbagai masalah, terutama masalah penyesuaian emosional.

5)      Harapan-harapan untuk dapat berdiri sendiri untuk hidup mandiri secara sosial ekonomis, akan berkaitan dengan berbagai masalah untuk menetapkan pilihan jenis pekerjaan dan jenis pendidikan.

6)      Berbagai norma dan nilai yang berlaku di dalam hidup bermasyarakat merupakan masalah tersendiri bagi remaja; sedang pihak remaja merasa memiliki nilai dan norma kehidupannya yang dirasa lebih sesuai.

  1. Pemenuhan Kebutuhan Remaja dan Impikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan

       Pemenuhan kebutuhan fisik atau organik merupakan tugas pokok. Kebutuhan ini harus dipenuhi, karena hal ini merupakan kebutuhan untuk mempertahankan kehidupannya agar tetap survival. Tidak berbeda dengan pemenuhan kebutuhan serupa dimasa perkembangan sebelumnya, kebutuhan ini sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, terutama ekonomi keluarga. Akibat tidak terpenuhinya kebutuhan fisik ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan pribadi dan perkembangan psikososial seorang individu. Menghadapi kebutuhan ini latihan kebersihan, hidup teratur dan sehat sangat perlu ditanamkan oleh orang tua, sekolah dan lingkungan masyarakat kepada anak-anak dan para remaja. Realisasi hal ini di sekolah adalah pendidikan kesehatan, pendidikan jasmani dan pentingnya usaha kesehatan sekolah (UKS).

       Khusus kebutuhan seksual, hal ini juga merupakan kebutuhan fisik remaja, usaha pemenuhannya harus mendapat perhatian khusus dari orang tua, terutama ibu. Sekalipun kebutuhan seksual merupakan bagian dari kebutuhan fisik, namun hal ini menyangkut faktor lain untuk diperhatikan dalam pemenuhannya. Orang tua harus cukup waspada dan secara dini menjelaskan dan memberikan pengertian arti dan fungsi kehidupan seksual bagi remaja (terutama perempuan). Karena itu pendidikan seks di sekolah dan terutama di dalam keluarga  harus mendapatkan perhatian. Program bimbingan keluarga seperti bimbingan perkawinan, dapat dilakukan oleh setiap organisasi ibu-ibu dan organisasi wanita pada umunya. Sekolah sekali-kali perlu mendatangkan ahli atau dokter untuk memberikan ceramah atau penjelasan tentang masalah-masalah remaja, khususnya seksual. Di samping itu kegiatan kelompok seperti olahraga, karang taruna, wisata karya, dan sebagainya yang dibimbing dan diawasi oleh guru adalah merupakan kegiatan yang dapat digunakan untuk penyaluran dorongan kebutuhan seksual para siswa yang sehat.


Baca Juga :

Author: 2bfmp