Antisipasi, UINSA Lakukan Riset Terhadap Ribuan Maba Cegah Radikalisme

Antisipasi, UINSA Lakukan Riset Terhadap Ribuan Maba Cegah Radikalisme

Antisipasi, UINSA Lakukan Riset Terhadap Ribuan Maba Cegah Radikalisme

Antisipasi, UINSA Lakukan Riset Terhadap Ribuan Maba Cegah Radikalisme
Antisipasi, UINSA Lakukan Riset Terhadap Ribuan Maba Cegah Radikalisme

UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan terobosan baru untuk mencegah

munculnya radikalisme secara dini. Sebanyak 4467 mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik Dan Kemahasiswaan (PBAK) akan di berikan pemahaman Islam Modern ( Islam Rahmatan Lil Alamin ) dan akan di lakukan riset oleh panitia PBAK UINSA untuk mendeteksi apakah nantinya ada mahasiswa baru yang terdoktrin paham radikalisme.

Apalagi gerakan itu juga telah disepakati secara Nasional di bawah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) bahwa kegiatan PBAK memang disiapkan untuk menangkal radikalisme sejak dini.

Koordinator Seksi Acara PBAK UINSA 2019 Drs. H. Nur Kholis, M.Ed. Admin., Ph.D

mengatakan bahwa mahasiswa baru sejak dini harus mengetahui gerakan-gerakan diluar kebiasaan nasional dengan memberikan pemahaman modern Islam atau Islam Rahamtan Lil Alamin.
BacaLagi
MTs Al-Ma’arif NU Fajrul Hidayah Gelorakan Tahsin dan Tahfizul Qur’an
Dongeng Kak Avan, Bangunkan Imajinasi Anak

“Tema yang diambil termasuk di Fakultas apapun bidang llmunya tetap mencantumkan yang namanya modern Islam atau Islam Rahmatan Lil Alamin supaya mahasiwa tahu sejak sini ada gerakan diluar kebiasaan nasional,” Ucap Kholis saat usai acara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik Dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan Tema “Terwujudnya Mahasiswa yang Mengenal Karakter Pendidikan Universitas dan Islam Indonesia” di Halaman depan Twin Tower UINSA Surabaya, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (14/8/2019).

Kemudian Panitia PBAK UINSA akan melakukan riset dengan menggunakan pengisian kuesioner

melalui google form terhadap mahasiswa baru untuk mengetahui orientasi keagamaan mereka.

“Jadi riset penuh melalui google form mereka mahasiswa baru mengisi. Mungkin ada yang disiapkan lewat tulis intinya mengetahui orientasi sistem keagamaan mereka,” ujar Kholis.

Intruksi untuk pengisian google form tersebut akan dilakukan hari ini Rabu (14/8/2019) dengan beberapa pertanyaan. Diantara pertanyaannya, kata Kholis, misalnya apa pandangan anda tentang terorisme, apakah anda lebih nyaman berhubungan dengan orang seperti ini.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

Author: 2bfmp