Viral Soal Biaya Urus Perubahan Data KK dan KTP Habis Rp 2,3 Juta, Begini Faktanya

Viral Soal Biaya Urus Perubahan Data KK dan KTP Habis Rp 2,3 Juta, Begini Faktanya

Viral Soal Biaya Urus Perubahan Data KK dan KTP Habis Rp 2,3 Juta, Begini Faktanya

Viral Soal Biaya Urus Perubahan Data KK dan KTP Habis Rp 2,3 Juta, Begini Faktanya
Viral Soal Biaya Urus Perubahan Data KK dan KTP Habis Rp 2,3 Juta, Begini Faktanya

Dewasa ini viral di media sosial sebuah video yang merekam seorang lelaki mengaku bernama Warsito

, warga Kabupaten Sragen yang menyebut dirinya mendapatkan laporan salah seorang warga Desa Kunir Kecamatan Sulang, Rembang ketika mengurus perubahan data nama pada Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) menghabiskan biaya hingga Rp 2,3 juta. Begini faktanya.

Video tersebut viral jadi perbincangan sejumlah pihak utamanya warga Kabupaten Rembang. Video diunggah oleh akun facebook bernama Warsito Nusantoro Pamungkas, dan telah dibagikan hingga 508 kali.

“Menurut saya Gubernur Jawa Tengah bapak Ganjar Pranowo itu lebih percaya pungli,

pungutan liar. Daripada jeritan rakyat jelata. Di Desa Kunir Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ada dugaan pungutan liar, yaitu perbaikan nama di KK, KTP dan nomor NIK istri itu dipungut biaya dua juta tiga ratus plus ongkir,” ucap Warsito pada bagian awal video berdurasi 7 menit itu.

Tim redaksi nurfmrembang.com berusaha menelusuri fakta dibalik kejadian tersebut.

Sekretaris Desa Kunir, Kecamatan Sulang, Rembang, Suremi menjelaskan, pada bulan Februari 2019 ada salah seorang warga bernama Pramono Wiji mendatanginya bermaksud untuk mengurus perubahan data nama pada KK dan KTP agar sesuai dengan buku nikah miliknya.

“Dia datang bilang, pak ini surat saya KK dan KTP bernama Pramono Wiji,

di buku nikah tertulis hanya Wiji. Ini bagaimana pak caranya membenahinya,” terang Suremi kepada wartawan, Senin (16/12/19).

Suremi menjelaskan, ia bersama dengan Wiji mendatangi Pengadilan Negeri Rembang karena salah satu syarat berkas guna perubahan data. Disana lah, Suremi dan Wiji bertemu dengan pengacara bernama Setyo Langgeng.

Wiji yang berharap agar pengurusan perubahan data nama di KTP dan KK itu segera rampung, kemudian meminta melalui Suremi agar mengurusnya dengan baik. Oleh Suremi meminta bantuan pengurusan berkas kepada salah seorang pengacara Setyo Langgeng, dan dikenai tarif senilai Rp 2 juta.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/missile-escape/

Author: 2bfmp