16 Guru SMK Diberangkatkan ke Perancis, Dua dari Aceh

16 Guru SMK Diberangkatkan ke Perancis, Dua dari Aceh

16 Guru SMK Diberangkatkan ke Perancis, Dua dari Aceh

16 Guru SMK Diberangkatkan ke Perancis, Dua dari Aceh
16 Guru SMK Diberangkatkan ke Perancis, Dua dari Aceh

Enam belas guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dua widyaiswara Pusat Pengembangan

dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) siap mengikuti pelatihan di Perancis.

Pelatihan ini sebagai salah satu bentuk kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Nasional, Pendidikan Tinggi dan Penelitian (MENESR) Republik Perancis.

“Targetnya 160 orang. Sekarang ini delapan belas dulu. Nanti kita akan evaluasi hasilnya,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di kegiatan pembekalan, Jakarta.

Mendikbud berharap para guru yang berangkat mendapatkan pengalaman belajar

yang dapat ditularkan ke rekan sejawatnya. Kemudian, dapat mendorong penyiapan tenaga-tenaga terampil yang siap untuk lapangan pekerjaan di masa depan.

Atase Pendidikan Republik Perancis untuk Indonesia Emmilienne Baneth menyampaikan bahwa materi yang diberikan nantinya tidak akan terlalu teknis. Peserta akan diberikan materi untuk mengembangkan wawasan tentang tata kelola atau manajemen operasional dan hubungan dengan industri. Nantinya peserta akan disebar ke kota Fécamp, Nice, dan Toulouse.

Dilaksanakan selama dua bulan, sejak 24 April sampai dengan 17 Juni 2017, pelatihan ini

ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi guru produktif SMK agar dapat menggali pengalaman dari sekolah dan industri di Perancis. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata dalam laporannya kepada Mendikbud.

Enam orang peserta pelatihan di kota Fécamp akan mendapatkan materi Bidang Keahlian Energi Baru Terbarukan (EBT), di antaranya Wanto, Widyaiswara di P4TK Bidang Mesin dan Teknologi Industri; Ade Setiawan, guru SMKN 1 Batam, Kepulauan Riau; Narwoto, guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, D.I. Yogyakarta; Muliadi, guru SMKN 1 Lingsar Lombok Barat, NTB; Andri Rahmadi, guru SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat; dan Edi Nur Rochman, guru SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat;

Enam orang guru SMK akan belajar Aeronautika di kota Toulouse, di antaranya Rita Lestari, guru SMKN 12 Bandung, Jawa Barat; Melia Grina, guru SMKN Penerbangan Aceh, Aceh; Nana Andriana, guru SMKN Penerbangan Aceh, Aceh; Dimas Fitriyanto Putra, guru SMKN 4 Penerbangan Depok, Jawa Barat; Hadi Darianto, guru SMKN 12 Bandung, Jawa Barat; dan Suharmadi, guru SMKN 29 Jakarta, DKI Jakarta.

Sementara itu, enam orang lainnya akan memperdalam wawasan bidang pariwisata di kota Nice. Tiga orang akan mendapatkan materi tentang Perhotelan, di antaranya Hardini Rahmawati, Wisyaiswara di PPPPTK Bispar; L. Erwin Ardian Syah, guru SMKN 4 Mataram, NTB; Hartini, guru SMKN 9 Padang, Sumatera Barat. Tiga orang lainnya akan memperdalam bidang Jasa Boga, di antaranya Alfahriati SMKN 9 Padang; Eliyah SMKN 2 Cirebon; dan Sri Utami Dewi SMKN 57 Jakarta.

18 orang peserta tersebut dipilih melalui seleksi dari 43 orang yang mengajukan permohonan. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta di antaranya memiliki latar belakang pendidikan sarjana dengan bidang keahlian yang sesuai, mengampu mata pelajaran yang terkait, usia maksimal 40 tahun, dan menguasai bahasa Inggris. Seleksi dilakukan bersama dengan Kedutaan Perancis.

Pelatihan akan dimulai pada tanggal 24 April 2017 dan berakhir pada tanggal 17 Juni 2017. Biaya pelatihan ditanggung pemerintah Perancis, sementara pemerintah Indonesia akan membiayai transportasi serta biaya hidup peserta selama mengikuti pelatihan.

Sebelum diberangkatkan peserta mengikuti kegiatan pembekalan (pre-departure) yang difasilitasi oleh narasumber dari Pemerintah Perancis. Pembekalan peserta dimaksudkan agar peserta memahami program pelatihan, tugas-tugas yang harus dikerjakan selama pelatihan. Disamping itu, peserta juga dibekali dengan kemampuan berbahasa Perancis untuk keseharian, serta pengetahuan budaya dan sistem pendidikan di Perancis.

 

Baca Juga :

 

 

Author: 2bfmp