Langkah Untuk Berfikir Kritis

Langkah Untuk Berfikir Kritis

Langkah Untuk Berfikir Kritis

Langkah Untuk Berfikir Kritis
Langkah Untuk Berfikir Kritis

Langkah pertama untuk membebaskan diri dari belenggu keyakinan “salah” ini yaitu dengan terus-menerus mempertanyakan informasi yang kita baca atau dengar. Tidak mudah. Selain itu kita harus selalu mempertanyakan diri, bahwa semua informasi yang kita dapat bisa salah. Dalam Islam, cara ini dinamakan tabayyun, (klarifikasi). Mindset harus dibangun adalah bahwa saya manusia, dan (dalam Islam) manusia tidak pernah 100% benar. Selama masih manusia, mau profesor, ulama, doktor, guru, selalu mungkin salah, tidak pernah selalu benar. Karena kebenaran sejati hanya milik Allah SWT.

Langkah kedua, Jangan berlebihan mencintai sesuatu. Misalnya orang yang dikasihi, kasihi sewajarnya sajalah, karena kemungkinan suatu hari orang yang dicintai itu akan menjadi musuhmu. Demikian pula sebaliknya, jangan berlebihan dalam membenci orang yang tidak disukai, sedang-sedang saja karena kemungkinan ia kelak menjadi kekasihmu.

“Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu” (Riwayat Turmidzi)

Makna hadits ini senada dengan firman-Nya yang artinya : ”(maka bersabarlah kalian) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (QS: An nisa ; ayat 19).

Langkah ketiga, berpikiran positif dan terbuka. Memiliki pikiran yang positif dan terbuka sama artinya ketika kita tahu bahwa kita benar, tetapi tidak menolak kemungkinan salah dan mau mendengar opini atau sudut pandang orang lain yang berbeda meski tak sesuai dengan pemikiran kita. Menjadi orang yang berpikiran terbuka tidak menentang dengan keras pikiran orang lain tersebut. Bukan berarti juga menerima segala hal dengan mentah-mentah. Tetapi jujur kepada diri sendiri, dan menyadari bahwa kita sebagai manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Terakhir, milikilah mindset/paradigma/landasan berpikir dan keyakinan yang benar. Cara kita dalam menyikapi dan menyimpulkan sesuatu dipengaruhi oleh sudut pandang kita dalam melihatnya. Dengan memiliki landasan berfikir/mindset yang benar, insyaAllah kita akan mampu memandang sesuatu dengan benar. Hal ini tidak mudah, karena untuk mencapai hal tersebut artinya kita perlu terus menerus menambah wawasan keilmuan, mengasah hati, menjernihkan jiwa dan tidak pernah berhenti untuk melakukan refleksi diri.

Mari kira merenung, berfikir mendalam, intropeksi, juga selalu berdoa kepadaNya agar selalu ditunjukan dan dalam jalan yang benar.

Baca Juga :

Author: 2bfmp