Bahasa Indonesia Punya 127.000 Kosakata, Bahasa Inggris Lebih dari 1 Juta

Bahasa Indonesia Punya 127.000 Kosakata, Bahasa Inggris Lebih dari 1 Juta

Bahasa Indonesia Punya 127.000 Kosakata, Bahasa Inggris Lebih dari 1 Juta

Bahasa Indonesia Punya 127.000 Kosakata, Bahasa Inggris Lebih dari 1 Juta
Bahasa Indonesia Punya 127.000 Kosakata, Bahasa Inggris Lebih dari 1 Juta

Bahasa Indonesia kini memiliki sekitar 127.000 kosakata. Badan Pengembangan

dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemdikbud terus berupaya menambah kosakata baru bahasa Indonesia, terutama diambil dari bahasa daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pembinaan Badan Bahasa, Hurip Danu Ismadi ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (10/12), seusai acara pemberian penghargaan kepada media massa cetak berbahasa Indonesia terbaik dan penghargaan Reksa Bahasa kepada Pemprov DKI Jakarta.

“Setiap tahun kami menerima sekitar 25.000 usul kata baru yang berasal dari bahasa daerah.

Namun, dalam sidang Komisi Istilah yang diikuti pakar berbagai bidang ilmu, hanya sekitar 1.000 kata yang bisa diterima sebagai kosakata baru,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahasa daerah di Indonesia bisa menjadi pemasok utama kosakata bahasa Indonesia. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu juga mendorong Badan Bahasa memperbanyak kosakata bahasa Indonesia, bukan sekadar menerjemahkan bahasa asing menjadi bahasa Indonesia.

“Sewaktu menjabat menteri, Kemdikbud menargetkan kosakata bahasa Indonesia pada 2019

menjadi 200.000. Tahun 1953, kita hanya punya 23.000 kosakata dan terus bertambah menjadi 91.000 kosakata pada 2015. Bahasa Inggris memiliki lebih dari 1 juta kosakata dan bertambah 8.500 kata per tahun,” kata Anies yang langsung menerima penghargaan Reksa Bahasa dari Kepala Badan Bahasa, Dadang Sunendar.

Anies mencontohkan kata underpass yang diterjemahkan menjadi “lintas bawah”. “Dalam bahasa Jawa ada kata brobos, mungkin kata itu bisa dipakai,” katanya.

Untuk memperbanyak kosakata bahasa Indonesia, Anies “memprovokasi” Badan Bahasa untuk melakukan “pelanggaran”. Ada banyak kosakata dalam bahasa Sunda yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan kata “jatuh”. Kata-kata itu bisa memperkaya kosakata bahasa Indonesia.

“Awalnya mungkin lucu, tetapi lama-kelamaan akan terbiasa. Hal yang sama juga terjadi pada batik. Awalnya hanya dipakai sebagai kain (jarik) bagi kaum perempuan, tetapi terjadi ‘pelanggaran’ dan sekarang dijadikan baju. Sekarang kita bangga mengenakan batik, termasuk kemeja batik bermotif bunga yang dikenakan laki-laki,” katanya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Author: 2bfmp