LAHAN PERTANIAN BANJARARUM JADI WISATA EDUKASI

LAHAN PERTANIAN BANJARARUM JADI WISATA EDUKASI

 

 

Broadcast SMS Palsu di Luar Kewenangan Operator Mengenal Ciri-Ciri Homo Soloensis Dan Homo Sapiens Mengenal Asal-Usul Nenek Moyang Indonesia Mengenal Ciri-Ciri Proto Melayu dan Deutro Melayu

SINGOSARI

Wakil Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM mengunjungi Kawasan Edu Wisata Padi Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Senin (1/4) pagi. Pak Sanusi, sapaan akrab Wabup meninjau langsung pertumbuhan padi jenis Demplot Hibrida F1 yang ditanam di lahan seluas satu hektar. Beliau hadir ditemani sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Kabupaten Malang, serta Muspika Kecamatan Singosari dan perangkat desa setempat.

Wabup mengapreasiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Desa dan para petani Kelompok Tani Morodadi Desa Banjararum karena telah bersedia bersama-sama Pemkab Malang melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holticultura Kabupaten Malang dan PT Syngenta untuk mengembangkan pertaniannya. Harapannya, tingkat produktifitas pertanian setempat meningkat dengan keunggulan menjadi 15 ton per hektar untuk sekali panen.

Cafe Sawah Pujon Kidul

”Saya juga menginginkan lahan pertanian ini juga dikonsep tidak jauh dengan Cafe Sawah Pujon Kidul yakni menjadi pertanian edukasi. Kita siapkan edukasi wisata di sini dengan juga menggandeng Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Malang sehingga ketika ada pertukaran pelajar bisa belajar disini dengan lahan 30 hektar,” terang Wabup saat ditemui awak media usai kegiatan didampingi Kadis Pertanian Perkebunan Horltikultura Kabupaten Malang, Budiar Anwar.

Keunggulan demplot Hibrida F1

Keunggulan demplot Hibrida F1 ini juga tidak rawan diserang hama burung karena badan daun padinya lebih tinggi dibanding buah, sehingga letak tangkai butir padinya seperti tersembunyi. Cafe Sawah Pujon Kidul menjadi bahan percontohan karena sukses menciptakan konsep desa wisata. Dengan lahan seluas tiga hektar yang tadi hasil pertaniannya hanya Rp 50 juta per tahun, kini meningkat menjadi Rp 12 Miliar per tahun. Penghasilan warga dan petani, seperti petani jeruk bisa berlipat 10 kali lipat dari awalnya buah nilai produknya meningkat setelah Cafe Sawah banyak didatangi pengunjung.

Hibrida F1

”Jenis demplot Hibrida F1 ini kini sudah diujicobakan pada lahan seluas dua hektar, satu hektar diantaranya di Banjararum Singosari dan sisanya di Kepanjen. Sedangkan di Banjararum juga untuk penangkar dijadikan bibit seluas satu hektar. Jika jumlah produksi meningkat, perekonomian dan kesejahteraan petani juga ikut turut meningkat. Surplus ketahanan pangan di Kabupaten Malang juga semakin meningkat,” tambah Wabup.

Artikel terkaitĀ 

Author: 2bfmp