Wabup Dukung Budidaya Nila dan Kunjungi Cafe Apung

Wabup Dukung Budidaya Nila dan Kunjungi Cafe Apung

Wabup Dukung Budidaya Nila dan Kunjungi Cafe Apung

 

Wabup Dukung Budidaya Nila dan Kunjungi Cafe Apung

Wakil Bupati Malang

Drs. H.M. Sanusi, MM melakukan kunjungan ke Kampung Rajut Kecopokan dan Cafe Apung Rowo Klampok yang terletak di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (13/12) siang. Kunjungan ini digelar di sela-sela sembari menunggu kedatangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution bersama rombongan untuk hadir pada acara Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR tahun 2018/2019 di persawahan Desa Ternyang.

Pak Sanusi

sapaan akrab Wabup mengawali kunjungan mendadaknya tersebut ke Kampung Rajut. Ia ingin mengetahui secara langsung keberadaan para petani ikan Nila dalam mengelola dunia perikanan yang sangat menghasilkan tersebut. Wabup yang didampingi Kepala Desa Ternyang tampak cukup kagum dengan semangat para petani ikan setempat. Ia pun penuh sabar mendengarkan keluh kesah dan harapan mereka dalam upaya terus menumbuh kembangkan dan meningkatkan hasil budidaya ikannya.

Nila di bendungan Kecopokan

”Usaha budidaya ikan Nila di bendungan Kecopokan yang berada dalam aliran ke arah Bendungan Sutami Karangkates ini memiliki potensi bagus. Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Potensi tersebut tinggal dikembangkan saja karena masyarakat setempat sangat cocok dalam budidaya ikan Nila,” terang Pak Sanusi saat dimintai keterangan oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Malang, Kamis siang. https://bandarlampungkota.go.id/blog/kata-bijak-bahasa-inggris/

Waup pun menangkap laporan dari para petani ikan yang turut mendampinginya dari pinggir bendungan

Diantaranya adalah hasil budidaya ikan Nila mereka sudah cukup bagus mencapai antara 2-3 ton per tahun dari per orang pembudidaya. Mereka tergabung dalam kelompok tani yang beranggotakan 180 orang. Dengan demikian, per tahunnya mereka mampu memproduksi kurang lebih 360 ton ikan Nila.

”Harga jualnya ikan Nila asli Kecopokan ini juga cukup bagus antara Rp 24-30 ribu per kilo. Namun kalau lagi musim ikan Nila harganya dibawah Rp 20 ribu per kilo nya. Akan kami kembangkan dengan berusaha membantu dan menyiapkan benih ikan Nila kepada para petani ikan disini,” terang Pak Sanusi yang juga didampingi sejumlah OPD dan Camat Sumberpucung.

Usai dari Kampung Rajut

Wabup melanjutkan kunjungannya ke Cafe Apung Rowo Klampok yang kini semakin hit keberadaannya buah banyaknya pengunjung yang share atau upload di media sosial. Untuk sampai ke dalam cafe, setiap pengunjung akan menikmati sensasi menyebrang naik perahu getek terlebih dahulu. Pak Sanusi mengaku, destinasi wisata andalan Desa Ternyang ini bisa dikembangkan sebagai tempat wisata yang semakin menarik dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Demikian keberadaan ikan yang ada di Rowo Klampok ini bisa dipancing dan dikelola serta dikembangkan lagi sehingga semakin meningkatkan potensi wisatanya.

Kepala Desa Ternyang

”Cafe Apung ini dikelola oleh masyarakat desa namun berada dibawah dalam koordinator Kepala Desa Ternyang. Sabtu dan Minggu banyak dikunjungi pengunjung. Dengan menjual aneka makanan dan minuman ala cafe, omset Cafe Apung ini sekitar Rp 60-100 juta per bulannya. Cafe ini juga didukung wahana permainan seperti perahu motor dengan sewa Rp 5 ribu per orang sekali putaran, sepeda air 10 ribu per 10 menit hingga mini jet ski. Harus dikelola lagi agar semakin menarik, serta pemandangan rawa ini semakin sejuk, bersih dan asri,” harap Wabup sembari menikmati pemandangan Rowo Klampok dari dalam Cafe Apung.

Author: 2bfmp