Menko Bidang Perekonomian Doakan Petani Kabupaten Malang

Menko Bidang Perekonomian Doakan Petani Kabupaten Malang

Menko Bidang Perekonomian Doakan Petani Kabupaten Malang

 

Menko Bidang Perekonomian Doakan Petani Kabupaten Malang

Luar biasa

Kabupaten Malang menjadi tempat dimulainya Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR tahun 2018/2019 secara nasional oleh Pemerintah Pusat. Kegiatan ini ditandai dengan gelaran tanam raya padi di persawahan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Darmin Nasution di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kamis (13/12) siang.

Darmin tidak sendirian berkunjung di Desa Ternyang

Ia didampingi jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Wakil Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM, sejumlah OPD baik dari tingkat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Malang, serta petinggi perbankan seperti BRI, BNI dan Mandiri. Menko Bidang Perekonomian dan rombongan melakukan tanam raya bersama para petani Desa Ternyang dan sekitarnya. Dalam kesempatan ini, ia berharap perekonomian para petani setempat dan umumnya di Kabupaten Malang semakin meningkat. Utamanya, setelah hasil produksi pertanian padi miliknya berkualitas dan diolah hingga menjadi beras kelas premium, bukan lagi dalam bentuk gabah atau beras kelas medium.

”Saya ikut bahagia ternyata dalam kegiatan ini, tidak hanya untuk melakukan tanam raya padi, melainkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga datang untuk menyerahkan KUR Dryer dan KUR Tani bagi para petani. Tentunya hal ini akan diserahkan oleh perbankan yang bermitra dengan pemerintah dalam program KUR Dryer dan KUR Tani seperti BRI, BNI dan Mandiri,” terang Darmin dalam sambutannya. https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-report-text/

Mantan Kepala Bank Indonesia ini berharap KUR Dryer

Mantan Kepala Bank Indonesia ini berharap KUR Dryer (alat pengering) dan KUR Tani bisa mendukung program peningkatan perekonomian para petani seperti program Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Tercatat mulai tahun 2015, kurang lebih sudah 13,8 juta jiwa mendapatkan KUR di seluruh Indonesia. Sedangkan nilai KUR khusus di Jawa Timur sendiri sudah mencapai Rp 51,7 Triliun, atau kisaran 16,3 persen dari total nilai KUR secara nasional. Melalui KUR Dryer ini, kata Darmin, kini petani sudah bisa mengatur sendiri tingkat kekeringan padi hasil produksi pertanian miliknya. Mereka bisa atur dengan baik produk untuk menghasilkan kelas premium bukan lagi medium.

Kita juga akan memberikan KUR bagi Peternak

Dengan harapan, KUR juga diberikan berikutnya kepada nelayan dan pelaku kerajinan. Jika demikian sudah tercapai, sepertinya akan semakin komplit. Total hanya senilai Rp 3 Triliun di tahun 2001, kini di tahun 2018 sudah Rp 120 triliun dalam setahun. Memang subsidi bunga yang dibayar pemerintah hanya sebesar 11 triliun setahun. Mestinya para petani tebu juga akan masuk karena tebu termasuk tanaman hortikultura,” terang Darmin.

Pak Menteri juga mengingatkan para petani peraih KUR

Pak Menteri juga mengingatkan para petani peraih KUR yang tentu saja semua sudah pakai kartu sehingga harus taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku. Jangan sampai, jika tidak dapat menyelesaikan kredit maka akan menjadi permasalahan di kemudian hari karena data kreditur sudah terjaring antar satu bank dengan bank lain. ”Mudah-mudahan kegiatan pertanian para petani ini bisa membawa berkah bagi kita semua, bagi keluarga para petani dan anak-anaknya bisa sekolah. Petani padi bisa panen tiga kali dalam setahun seperti para petani disini, Desa Ternyang dan yang di seluruh Kabupaten Malang,” pungkas Darmin sembari diamini 200 petani yang hadir pada acara siang tadi.

Author: 2bfmp