Peduli Lingkungan, SMAN 15 Bandung Sosialisasikan Pentingnya Pemilahan Sampah

Peduli Lingkungan, SMAN 15 Bandung Sosialisasikan Pentingnya Pemilahan Sampah

Peduli Lingkungan, SMAN 15 Bandung Sosialisasikan Pentingnya Pemilahan Sampah

 

Peduli Lingkungan, SMAN 15 Bandung Sosialisasikan Pentingnya Pemilahan Sampah

Sebagai sekolah Adiwiyata

SMAN 15 Bandung memiliki kepedulian lebih mengenai pengolahan sampah. Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Sekolah yang berdiri tahun 1983 tersebut mengadakan kegiatan pemilihan dan pengolahan sampah secara berkelanjutan.

Kerja sama ini berbentuk sosialisasi tentang pemilahan sampah di sekolah dan lingkungan sekitar serta proses mendaur ulang sampah yang ada di lingkungan sekolah menjadi barang yang memiliki nilai manfaat.

Kepala Sekolah SMAN 15 Bandung

Hatta Saputra mengatakan, kebersihan adalah satu caranya untuk melaksanakan pendidikan karakter. “kebersihan ini salah satu target untuk melaksanakan pendidikan karakter. Kita ingin peserta didik memiliki karakter yang bersih, bersih lahir maupun batin,” tutur Hatta saat ditemui di SMAN 15 Bandung, Jalan Sarimanis I, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Kamis, 4 Oktober 2018.

Hatta mengatakan

Sekolah yang mendapat gelar Adiwiyata tahun 2012 tersebut telah fokus terhadap isu lingkungan, terutama pengolahan sampah sejak lima tahun lalu. Menurutnya, dengan pemilahan dan pengolahan yang benar, sampah akan menjadi hal yang memberi manfaat bagi kebutuhan hidup manusia.  “Karena sampah itu enggak harus dibuang, tapi diolah dan didaur ulang sebaik-baiknya agar menjadi barang yang bermanfaat,” katanya.

Maka, tambah Hatta, ketika melakukan kegiatan kebersihan dalam proses menjaga kelestarian lingkungan tidak berhenti pada tahap membuang sampah pada tempatnya, namun harus sampai tahap memilah dan mengolah sampah agar menjadi manfaat.

“Lewat gerakan ini, saya harap peserta didik dan  masyarakat sekitar bisa lebih peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.

Salah satu siswa SMAN 15 Bandung yang menjadi bergabung dalam kerja sama ini, Muhamad Rojak mengatakan, pemilahan sampah menjadi penting karena jika tidak diolah dengan benar salah akan merusak lingkungan.

“Memilah sampah menjadi penting, karena sampah  merupakan limbah, dan jika tidak diolah kembali, limbah tersebut akan merusak lingkungan sekitar,”, ucap Ojak, sapaan akrab Rojak.

Ojak mengatakan, salah satu agenda dalam kerja sama tersebut adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya pemilahan sampah. “Saya dan teman-teman tiga hari kemarin juga sudah melakukan sosialisasi seputar pentingnya pemilahan sampah organik dan non-organik agar mudah untuk didaur ulang,” ucap Siswa kelas XI tersebut.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Author: 2bfmp