Cara Menanam Kelengkeng Berbuah Sepanjang Musim

Cara Menanam Kelengkeng Berbuah Sepanjang Musim

Cara budidaya pohon kelengkeng terlampau umum sekali kita jumpai, tetapi layaknya tanaman mangga, jeruk, belingbing, dan jambu air yang sebenarnya terhadap dasarnya ada yang berbuah dan ada yang tidak berbuah. Kemungkinan besar yang aku tunjukan adalah dari beberapa masalah yang telah nyata ada dilapangan.

Buah lengkeng yang terhadap musim pertama berbuah kemudian terhadap bulan setelah itu tidak berbuah. Tidak masalah jikalau kita menanam Lengkeng berbuah diluar musim tetapi setidaknya tanaman kelengkeng kita bisa berbuah terhadap musimnya.

Ada beberapa perlakuan spesifik terhadap bab ini, dan aku rasa kamu bisa coba terhadap tanaman lainnya. Kami memiliki daftar antrian petunjuk yang kudu diselesaikan tahun ini, jikalau ada masukan tolong kontek kita sehingga kita masukan sebagai daftar antrian panduan.

Ada dua cara untuk penanaman lengkeng yakni dari perbanyakan yang kita lakukan. 1. Perbanyakan melalui biji 2. Perbanyakan melalui hasil setek, cangkok, okulasi. (Perbanyakan secara generatif dan vegetatif).

Kebanyakan yang mengeluh soal tanaman kelengkeng tidak berbuah adalah terhadap umur, umumnya dari warga yang berminat untuk menanam tidak mengetahui umur tanaman yang bisa dipanen. Jika menanam kelengkeng dari biji, maka dapat berbuah kisaran 7-8 tahun. Sedangkan dari hasil cangkokan dapat berbuah terhadap umur 4-5 tahun, sebenarnya benar secara teori terhadap umur demikian seharusnya berbuah. Berbeda ulang jikalau kamu membudidayakannya sendiri atau dipraktikan di lapangan.

Ada buah yang pohon lengkeng-nya berumur 12 tahun bahkan 20 tahun belum termasuk berbuah. Lalu apa masalanya kenapa pohon yang kita tanama ini tidak kunjung berbuah, yang tetap tumbuh cuma ranting, daun, dan tunas baru saja. Jika saja pohon itu berbuah maka terhadap musim setelah itu tidak berbuah lagi.

Kami banyak sekali mendapatkan masalah yang layaknya itu, jadi bukan kamu saja yang mengalami hal ini. Semua tanaman yang ada di dataran tinggi sebenarnya kebanyakan tidak banyak mengalami hal ini, tetapi aku mendapat laporan di daerah Ambarawa termasuk serupa demikian. Padahal daerah Ambarawa ini adalah sentra besar lengkeng di Indonesia.

Memang lengkeng ini adalah tanaman dataran tinggi, yang menyukai daerah tumbuh di 300 – 900 m dpl. Namun bukan berarti tanaman ini bisa berbunga dan tumbuh ditaran tinggi.

Salahsatu anggota agrotani menanyakan :

Bagaimana jikalau di tanam di dataran rendah ?

Tanaman ini di dataran tinggi termasuk agak sukar berbunga dan berbuah, tentusaja kita tidak dapat mendapatkan buah lengkeng fresh saat menanamnya, kita cuma bisa menunggu tanaman itu berbuah sendiri.

Pertanyaanya, apakah tanaman ini bisa berbunga dan berbuah gara-gara iklim dan ketinggian daerah ?

Ternyata seluruh itu tidak berpengaruh serupa sekali, lengkeng bisa kita tanam di di dataran rendah dan dataran tinggi. Intinya kita kudu mendapatkan cara bagaimana kita menanam kelengkeng di dataran rendah dan di dataran tinggi secara teratur.

Agar kita mendapatkan buah fresh dari lengkeng, kita kudu melaksanakan perawatan spesifik untuk merangsang bunga dan buah. Dari bebrapa cara yang telah dilakukan, ternyata yang telah berhasil untuk merangsang bunga dan buah yakni dengan cara penyiksaan.

Cara ini dilaksanakan dengan cara terkelupas kulit batang, mencacah kulit batang, dan mengikat batang. Semua perlakuan ini adalah penyiksaan terhadap tanaman kelengkeng, tetapi dengan pemaksaan dan penyiksaan pohon bisa merangsang pembungaan dan buah, bahkan di luar musim sekalipun.

Jika menurut kamu tanaman kelengkeng yang diberikan perlakuan spesifik bisa tumbuh bunga dan buah itu salah. Seperti yang kita ketahui bahwa kelengkeng memiliki keunikan dari pembungaanya, ada yang berbunga lengkap dan ada yang tidak lengkap.

Bunga lengkap berarti memiliki bung tipe jantan dan betina didalam satu pohon. Sedangkan yang tidak lengkap adalah kebalikanya, cuma satu pohon bunga jantan dan satu pohon bunga betina.

Saya tidak mengetahui pasti lengkeng jantan dan betina ini bisa memiliki genetik layaknya itu. Namun kita sebagai petani tidak terlampau perlu untuk mempelajari genetik yang begitu rumit, kita lumayan mengetahui kronologis kerjanya saja telah cukup.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Author: 2bfmp