Cara Budidaya Tomat Dengan Tepat

Cara Budidaya Tomat Dengan Tepat – Untuk menghasilkan tomat yang berbobot baik, tentu diperlukan pengetahuan mengenai teknik menanam dan budidaya tomat yang tepat. Oleh sebab itu, sebagai berikut tersedia daftar teknik menanam dan budidaya tomat yang mesti diperhatikan.
Hal pemilihan benih; embrio atau biji yang baik ialah benih yang didapat dari buah tomat yang unggul. Keunggulan tomat bisa dinilai dari ukurannya yang besar serta bentuknya yang proporsional. Perlu dicek juga rasa dari buah tomat guna menilai kualitas embrio yang akan anda tanam. Menyeleksi biji tomat pun dapat dilaksanakan dengan merendam biji tomat dalam air dan menyaksikan biji mana yang tenggelam. Pilihlah biji yang terbenam tersebut menjadi embrio dan keringkan kemudian simpan pada lokasi yang aman.
Hal penyemaian benih; tumbuhan tomat adalahsalah satu tumbuhan yang mesti disemai dahulu sebelum ditanam. Sedaikan media penyemaian. Waktu penyemaian embrio tomat umumnya ialah berkisar 35 sampai 40 hari. Taburkan bibit pada wadah penyemaian dan dan cukupi keperluan air serta nutrisinya. Jika sudah hadir daun sempurnanya, maka embrio sudah dapat dialihkan ke lubang tanam. Namun sebelumnya, lubang tanam mestilah dipersiapkan dengan mengerjakan pengolahan tanah.
Hal pengolahan tanah; masing-masing tanaman mempunyai standar keasaman serta kelembaban tanah yang cocok untuk pertumbuhannya. Untuk tumbuhan tomat, pH yang tepat ialah pada rentang 5,5 sampai 5,7. Jika terlampau asam, maka bisa disiasati dengan menambahkan dolomite guna mendapatkan pH yang diinginkan. Di samping meyakinkan pH tanah, butuh juga dilaksanakan penggemburan tanah. Penggemburan tanah dapat dilaksanakan dengan membajak dan mencangkul. Buatlah pun jarak-jarak penanaman yang ideal untuk perkembangan tomat. Jika sudah, diamkan dan keringkan selama tidak cukup lebih satu minggu. Jangan lupa pun untuk mencampurkan pupuk pada tanah. Berikan pupuk berkisar 20 sampai 30 ton per hektar tanah. Diamkan pulang tanah sekitar satu minggu sebelum ditanami dengan embrio hasil persemaian.
Hal penanaman; dalam mengerjakan penanaman mesti dilaksanakan pemindahan embrio pada wadah persemaian ke wadah penanaman. Pemindahan dilaksanakan dengan menempatkan embrio hasil persemaian ke dalam lubang-lubang yang sudah disiapkan. Kedalaman lubang berkisar antara 5 cm sampai 7 cm. Tanam bersamaan dengan akar tanaman pun lalu timbun pulang dengan tanah yang sebelumnya berasal dari galian. Lakukanlah perawatan dengan tertata untuk menemukan hasil yang baik.
Hal perawatan; perawatan yang dapat dilaksanakan pada pembudidayaan tumbuhan tomat ialah pengairan, pemberian pupuk, pemangkasan, serta pemasangan lenjeran. Pengairan dilaksanakan secara rutin cocok dengan cuaca dan musim. Sebenarnya tumbuhan tomat tidak terlalu memerlukan air dalam jumlah banyak. Akan tetapi tidak boleh juga hingga kekurangan.
Ciri-ciri tumbuhan tomat yang kelemahan air ialah yang tanahnya retak dan pecah-pecah. Pemberian pupuk tergantung pada jenis tomat apakah organik atau non-organik. Jika tumbuhan tomat organik maka berikan penyemprotan pupuk cair organik serta pupuk kompos atau kandang ketika tanaman berusia dua minggu. Sedangkan pada tumbuhan non-organik, pemberian pupuk dapat dilaksanakan saat tomat berusia satu minggu. Jenis pupuk yang bisa diberikan ialah percampuran antara pupuk urea dengan KCL sejumlah 2 gram per tanaman.

Author: 2bfmp